Jumat, 20 Maret 2015

KEMBALIKAN INDONESIAKU


Dimana yang diketahui masyarakat bahwa dewasa ini, kemajuan zaman sudah membuat negeriku indonesia perlahan berubah dari yang memegang teguh kebudayaan dan adat istiadat hingga saat ini yang sepertinya sudah mulai terlupakan karena dampak dari westernisasi. Westernisasi sendiri mempunyai makna yaitu sebuah arus besar atau pola hidup kearah budaya barat yang mempunyai jangkauan politik, sosial, kultural dan teknologi.

Inilah yang terjadi pada negeri kita, negara Republik Indonesia. Sebuah negara berkembang yang sebenarnya penuh dengan keindahan adat istiadat dan kebudayaannya yang begitu kaya. Namun, saat ini masyarakat Indonesia sepertinya sudah terkena syndrome westernisasi. Dapat kita lihat bahwa banyak sekali masyarakat khususnya remaja yang baru menginjak dewasa yang melupakan kebudayaan asli dari negeri sendiri.

Contohnya adalah masyarakat Indonesia khususnya yang tinggal di kota metropolitan atau kota-kota besar yang saat ini menggunakan tekhnologi yang canggih seperti misalnya handphone yang bertajuk smartphone. Hal ini mempengaruhi kehidupan rata-rata masyarakat tersebut dan membuat dampak yang buruk bagi setiap individu nya di dalam sebuah kelompok sosial. Rata-rata masyarakat tersebut berlomba-lomba untuk membeli atau memakai barang tekhnologi canggih tersebut yang dimana dikaitkan dengan status dan strata sosialnya, semakin bagus dan mahal suatu barang maka akan semakin tinggi pula status sosialnya dimata orang lain. Dan mengakibatkan banyaknya masyarakat yang cenderung menjadi konsumtif demi menyamaratakan "status sosial" atau pun gengsi nya. Dampak lain yang diberikan oleh kemajuan teknologi adalah disaat seseorang sedang berkumpul bersama keluarga, teman, atau pun sahabat maka seseorang yang cenderung terkena syndrome westernisasi tersebut akan sibuk dengan gadget nya masing-masing yang menyebabkan berkurangnya kontak sosial antara masyarakat tersebut. Kemajuan ini pun memang mempunyai dampak positif dimana dengan kecepatan waktu yang singkat dapat saling berkirim kabar atau pesan dibandingkan dengan jaman dulu yang memang susah untuk berkomunikasi yang hanya bisa digunakan dengan media surat-menyurat. Sama hal nya dengan banyak sekali anak-anak yang masih kecil tetapi sudah diberikan mainan dengan teknologi yang super canggih. Banyak anak usia dini bermain dengan iPad atau pun tab, meskipun orang tua si anak mampu membelikan gadget tersebut namun akan berdampak buruk bagi kondisi si anak, baik psikis mau pun fisik, yang salah satu nya adalah si anak akan cenderung menjadi acuh tak acuh terhadap lingkungan sekitarnya.

 
Coba kita bayangkan dengan kebudayaan negeri kita pada jaman dahulu, dimana pada jaman tersebut masyarakat nya hidup dengan damai dan sejahtera yang tidak perlu dipusingkan dengan keadaan westernisasi seperti ini. Dimana komunikasi dan kontak sosial di masyarakat berjalan mulus dan juga masa kanak-kanak nya lebih bahagia dengan bermain sesuatu yang menjadi kebudayaan kita pada masa itu. Seperti bermain petak umpet, petak jongkok, bekel, congklak, karet, dan sebagainya. Sedangkan untuk saat ini saja seperti nya susah untuk menemukan anak-anak yang tinggal di kawasan kota besar untuk bermain mainan seperti ini.  Tidak hanya teknologi saja yang membuat masyarakat Indonesia berubah. Dapat kita ambil contoh lagi bahwa saat ini remaja cenderung sudah tidak menyukai lagi hal yang berkaitan dengan budaya, seperti para remaja lebih memilih menarikan tari yang berasal dari luar negeri dibandingkan dengan menari tarian nasional seperti jaipong. Fasilitas yang terdapat di kota metropolitan pun ikut bertambah dan menjadi faktor yang mendukung perubahan kebudayaan Indonesia dan menghilangnya jati diri bangsa. Banyak sekali terdapat fasilitas toko, restaurant, klub, yang lebih bernuansa barat dibandingkan nuasa nasional nya. Remaja juga sudah jarang datang ke museum untuk sekedar belajar tentang sejarah. Produk impor pun sudah banyak yang masuk di negeri ini diakibatkan banyaknya permintaan barang dan brand dari produk luar negeri yang lebih di apresiasi dan di cintai daripada hasil karya bangsa sendiri.

Kurang nya rasa nasionalisme dan cinta pada kebudayaan adat istiadat negeri sendiri membuat negara ini menjadi seakan lupa pada jati diri nya. Untuk itu, saat ini mungkin terlanjur sulit untuk membuat dan merubah masyarakat yang terkena syndrome tersebut untuk lebih mencintai bangsa sendiri. Hal ini pun bukan semata-mata murni kesalahan dari masyarakat namun pemerintah pun seharusnya turut andil dan turut serta untuk membangun rasa nasionalisme yang sudah hilang. Jadi, sebaiknya apabila bangsa ini ingin menjadi bangsa yang mencintai bangsa sendiri dibanding dengan lebih mencintai bangsa lain seharusnya pemerintah dan masyarakat bisa bekerja sama demi kemajuan bangsa ini kedepan nya sehingga untuk masa bangsa Indonesia tidak kehilangan jati dirinya.

 Untuk itu, kembalikanlah Indonesiaku ke jati diri nya seperti sedia kala.

Keteramgam : Tulisan diatas menggunakan jenis Paragraf Induktif, terimakasih ^_^

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar